Home > Health > Terlambat Tertangani Penderita DBD Meninggal Dunia

Terlambat Tertangani Penderita DBD Meninggal Dunia

Blambangan Umpu, AKTIVISI – Demam Berdarah Dengue atau yang lebih dikenal dengan sebutan DBD kembali menelan korban. Akibat serangan nyamuk aedes aigypti itu, penderita bernama Yuliana (29) warga Kampung Negeri Baru Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan Lampung.  meninggal dunia karena terlambat tertangani, setelah sempat dirawat selama satu malam di RSUD. Zainal Abidin Pagar Alam kabupaten setempat. 

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pihak keluarga korban, selama 1 minggu ibu beranak dua itu dirawat dirumah, dengan alasan ada keluarga yang berprofesi sebagai tenaga paramedis. Selama dirawat dirumah selama seminggu itu, kondisi korban semakin memburuk. Akhirnya di hari Jumat (08/01) sore keluarga membawa korban ke RSUD. Setelah mendapat perawatan 1 malam, pada Sabtu (09/01), korban meninggal dunia.

Kepada wartawan media ini, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hj, Farida Aryani, S.Km, MKM. melalui Kabid Penanggalungan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan Hj. Srikandi S.Km., MKM. mengatakan, korban dibawa kerumah sakit dalam keadaan freeshock dengan kondisi kritis, naik turun panas tubuh tidak terpantau dengan baik karena selama seminggu dirawat dirumah. Dan hasil check darah, trombositnya turun drastis.

“Untuk kasus DBD, semestinya kondisi korban harus terpantau dengan seksama. Karena itu korban DBD harus dilakukan perawatan di rumah sakit. Tetapi pada kasus DBD di Kampung Negeri Baru tersebut, korban terlambat ditangani karena selama seminggu dirawat dirumah oleh kerabatnya sendiri yang berprofesi paramedis. Yuliana dibawa kerumah sakit dalam keadaan freeshock dengan kondisi kritis, tombositnya pun sangat drop,” ujar Kabid Penanggalungan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan,Minggu (10/01).

“Masyarakat juga mesti mengenali fase serangan  DBD yang seperti pelana kuda. jangan sampai penderita baru mendapat perawatan intensif saat sudah masuk fase DSS, sebab pengobatan dalam fase tersebut sangat sulit. Jika ada serangan demam, jangan berganti-ganti dokter agar analisa dan pengobatan tak bias,” seru Hj. Srikandi.

Tidak ingin kejadian tersebut terulang, Dinas Kesehatan Waykanan bergerak cepat, selama dua hari ini Dinkes telah melakukan FE, membagikan abate dan fogging focus di Kampung Negeri Baru. Untuk menekan angka kesakitan DBD, Dinkes juga telah meminta puskesmas dan para bidan desa supaya gencar melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang DBD dengan selalu melakukan  “3M+” (menguras, mengubur dan menutup, serta memakai lution anti nyamuk). Selain itu, juga pemberian abate ke tempat penampungan air terutama bak mandi yang kerap menjadi tempat bertelur dan bersarangnya nyamuk yang diduga aedes aigypti.

Menyusul adanya serangan DBD, ia mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca saat ini sangat sangat mendukung nyamuk pembawa virus dengue berkembang cepat. Selain itu,  ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan tindakan antisipatif, antara lain melalui gerakan pembasmian sarang nyamuk (PSN) mandiri untuk meminimalisir jumlah dan dampak serangan DBD. Gerakan PSN yang bersifat pencegahan ia nilai lebih efektif untuk pemberantasan nyamuk disanding dengan fogging yang lebih bersifat pemberantasan, dimana fogging baru dilakukan jika sudah ada temuan nyamuk infeksionis.

“Perlu diingat, fogging ini bukanlah solusi dari DBD. Solusi ampuhnya ialah menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Dengan lingkungan bersih, otomatis perkembangbiakkan nyamuk aides aigepty juga bisa berkurang,” pungkas Kepala Dinas Kesehatan dr. Hj, Farida Aryani, S.Km, MKM. melalui Kabid Penanggalungan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan Hj. Srikandi S.Km., MKM.

Berdasarkan data dari dinas kesehatan setempat, wilayah endemis DBD di Waykanan berada di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Blambangan Umpu, Baradatu, Banjit, Negeri Agung serta Kecamatan Kasui.

Ketahui, pada akhir Desember 2015 lalu ada 3 kasus susfect DBD pada 3 kampung di Kecamatan Baradatu.  3 orang di 3 Kampung tersebut yang suspect DBD itu, di Kampung Setia Negara warganya yang suspect DBD bernama Zidane, di Kelurahan Campur Asri bernama Hi. Harno dan di Kampung Bhakti Negara bernama M Fahri.

Sementara di tahun 2016 ini, baru ada satu kasus DBD, yakni  Yuliana warga Kampung Negeri Baru Kecamatan Blambangan Umpu, yang mengakibatkan penderita meninggal dunia akibat terlambat tertanggani.

Foto : Ilustrasi

About Tsaqif

Tsaqif
Aktivisi merupakan media yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai peristiwa di Indonesia, baik dalam bentuk berita, artikel, foto, maupun video. Dengan tagline aktual, akurat dan cerdas, Aktivisi yang berasal dari kata "aktivis" dan "visi" mengusung mimpi menjadi media profesional yang tunduk dan mengabdi untuk publik sesuai kode etik jurnalistik.

Mungkin Anda Suka

Illustrasi

Cegah “Emotional Eating” Saat Emosi

Aktivisi – Tak sedikit orang yang terbiasa makan demi mencari ketenangan emosi, bukan karena lapar. …

Tinggalkan Balasan