Home > Berita > Petani Belum Merdeka di Negeri Agraris
Petani memilih padi untuk dirontokkan dengan alat tradisional, di Lembasung, Blambangan Umpu, Waykanan, Lampung, Selasa (31/7). Kemarau yang datang satu bulan setelah tanam membuat  produksi padi sawah tadah hujan turun sekitar 25 persen, per satu hektare lahan tidak lagi mampu menghasilkan 4 ton padi. FOTO AKTIVISI/Gatot Arifianto/12.
Petani memilih padi untuk dirontokkan dengan alat tradisional, di Lembasung, Blambangan Umpu, Waykanan, Lampung, Selasa (31/7). Kemarau yang datang satu bulan setelah tanam membuat produksi padi sawah tadah hujan turun sekitar 25 persen, per satu hektare lahan tidak lagi mampu menghasilkan 4 ton padi. FOTO AKTIVISI/Gatot Arifianto/12.

Petani Belum Merdeka di Negeri Agraris

Waykanan, AKTIVISI – Rabu 17 Agustus 2016, Indonesia merdeka genap berusia 71 tahun. Lantas bagaimana dengan petani atau tani yang menurut Presiden RI pertama Ir Sukarno berarti Tiang Agung Negara Indonesia ? Berikut wawancara Aktivisi dengan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Way Kanan, Lampung, Widyo Kuncoro.

“Hingga hari ini petani belum sepenuhnya merdeka. Merdeka yang sejatinya lepas dari segala penindasan masih dirasakan. Sebagian besar petani di Indonesia belum sepenuhnya merdeka dari para mafia hasil tani,” ujar Widyo di Blambangan Umpu.

Widyo yang juga Wakil Ketua PC GP Ansor Way Kanan itu menambahkan, petani belum sepenuhnya mampu menentukan harga komoditas sesuai dengan apa yang ia tanam. Harga pasar masih mendominasi permainan.

“Karena itu petani Indonesia berharap kepada pemerintah agar stabilitas harga dapat tercapai sehingga kemerdekaan yang sebenar-benarnya dapat benar-benar dirasakan petani di negeri agraris ini. Dirgahayu Indonesiaku. Petani maju. Petani jaya. Indonesia sejahtera,” pungkasnya.

About Hamas

Hamas
Aktivisi merupakan media yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai peristiwa di Indonesia, baik dalam bentuk berita, artikel, foto, maupun video. Dengan tagline aktual, akurat dan cerdas, Aktivisi yang berasal dari kata "aktivis" dan "visi" mengusung mimpi menjadi media profesional yang tunduk dan mengabdi untuk publik sesuai kode etik jurnalistik.

Mungkin Anda Suka

FB_IMG_1566124384839

GERAK BANSER HUSADA DI UJUNG BARAT JAWA BARAT

Hari ini, 18 Agustus 2019 masih dalam rangka memeriahkan hari kemerderkaan Republik Indonesia Unit Khusus …

Tinggalkan Balasan