Home > Berita > Perangi Arus Radikalisme dan Terorisme, Cyber Aswaja Jateng di Deklarasikan
whatsapp-image-2017-01-01-at-20-01-38

Perangi Arus Radikalisme dan Terorisme, Cyber Aswaja Jateng di Deklarasikan

Semarang, AKTIVISI

Dunia digital yang semakin marak dengan media sosial membutuhkan kecerdasan bagi pengguna internet, budaya berkirim pesan ide-ide radikalisme sangat mengganggu nasionalisme dan melahirkan ideologi sumbu pendek.

Dalam rangka memerangi arus radikalisme dan terorisme yang marak di dunia maya tersebut, Cyber Aswaja Jawa Tengah dideklarasikan.

“Sudah waktunya para generasi muda Jateng melahirkan pasukan media sosial dalam membendung arus radikalisme dan terorisme,” tegas Dosen UIN Walisongo Semarang, M Riksa Chamami saat mendeklarasikan Cyber Aswaja di Aula Masjid Agung Jawa Tengah Jl Gajahraya Semarang,  Sabtu (31/12).

Adapun para deklarator yang hadir diantaranya, Sholahuddin al-Ahmadi (GP Ansor Jateng), Abdul Hamid (PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah), Munawir Aziz (PP Lembaga Ta’lif Wan Nasyr), M Rikza Chamami (Lampesdam Kota Semarang), M Zulfa Cholil (Lakpesdam Kota Semarang) dan 50 pegiat media lainnya.

Sementara itu, Sholahuddin Al-Ahmadi menilai peran generasi muda dalam berjejaring se-Jawa Tengah ini sangat tepat. Basis pemikiran berinternet sehat dan menyadarkan digital literasi juga menjadi model dalam mengurangi berita bohong atau hoax yang sangat cepat tersebarkan.

“Wajib adanya sindikasi media antara satu dengan yang lain untuk membangun kekuatan networking,” ujarnya.

Dengan adanya kebersamaan dalam mengusung sebuah peristiwa akan mudah untuk memberikan pemahaman kepada publik. Bahkan, bila terjadi sebuah kemungkaran maka harus segera ditindak bersama-sama.

Selanjutnya, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya Abdul Hamid mengatakan, selain konten keagamaan, konten bertema kebangsaan juga harus diperbanyak. Hal tersebut sebagai perekat antara masyarakat untuk menjadi Indonesia dengan bingkai persatuan dan kesatuan.

“Produksi tulisan-tulisan seputar Islam damai dan nilai kebangsaan dengan basis Pancasila harus diperkuat. Dengan banyak tulisan yang bernilai kebangsaan, maka arus radikalisme akan pudar dengan sendirinya,” ujar penulis buku produktif Munawir Aziz menambahkan.

About Rayyan

Rayyan
Aktivisi merupakan media yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai peristiwa di Indonesia, baik dalam bentuk berita, artikel, foto, maupun video. Dengan tagline aktual, akurat dan cerdas, Aktivisi yang berasal dari kata "aktivis" dan "visi" mengusung mimpi menjadi media profesional yang tunduk dan mengabdi untuk publik sesuai kode etik jurnalistik.

Mungkin Anda Suka

c44372c4-e882-4f27-9a2d-c21b5accddc0

H Aly Murtadhlo, Pesantren Benteng Pertahanan Moral Bangsa

Pesantren memiliki peran sentral dalam membangun moral bangsa. Kehadiran pesantren diharapkan bisa mencetak generasi pemimpin …

Tinggalkan Balasan