Home > Berita > Penyebar Berita Hoax Bisa Dipenjara Enam Tahun
rikwanto2

Penyebar Berita Hoax Bisa Dipenjara Enam Tahun

Jakarta, Aktivisi – Pihak kepolisian republik Indonesia akan menindak tegas bagi orang yang menyebarkan informasi bohong. Bukan hanya pembuat informasi bohong, bahkan orang yang sekedar iseng menyebarkan informasi tersebut juga akan mendapatkan hukuman.

Dalam keterangan tertulis, seperti yang dimuat pada mediaIndonesia, Juru Bicara Polri Kombes Rikwanto mengatakan, bahwa ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda sebesar Rp.1 Miliar.

Ia juga mengatakan, pelaku penyebar informasi hoax bisa terancam Pasal 28 Ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Di dalam Pasal UU ITE ini disebutkan, ‘Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar,” jelas Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Rikwanto meminta agar masyarakat bisa mencerna dan tidak menerima informasi yang belem tentu kebenarannya. “Informasi tersebut kerap tersebar melalui pesan berantai melalui perangkat elektronik, baik SMS maupun surat elektronik yang berseliweran,” ujarnya.

Yang mem-forward, lanjut Rikwanto, disadari atau tidak juga bisa kena, karena dianggap turut mendistribusikan berita bohong.

“Jika masyarakat ada yang mengetahui perbuatan tersebut, diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian karena sudah masuk dalam delik hukum,” demikian Rikwanto.

Setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kominfo dan segenap operator telekomunikasi.

Peraturan perundangan di Indonesia mengenai penyebaran kabar bohong yakni Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik:

Pasal 28:
(1) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.
(2) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana:

Pasal 14
(1) Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.
(2) Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan la patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Pasal 15:
Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau sudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi, tingginya dua tahun.

Sumber MediaIndonesia

Baca juga 50 Pengusaha Santri ‘Bisnis Trip’ ke Tiga Benua Bareng HIPSI Kuala Lumpur

About Hamas

Hamas
Aktivisi merupakan media yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai peristiwa di Indonesia, baik dalam bentuk berita, artikel, foto, maupun video. Dengan tagline aktual, akurat dan cerdas, Aktivisi yang berasal dari kata "aktivis" dan "visi" mengusung mimpi menjadi media profesional yang tunduk dan mengabdi untuk publik sesuai kode etik jurnalistik.

Mungkin Anda Suka

FB_IMG_1566124384839

GERAK BANSER HUSADA DI UJUNG BARAT JAWA BARAT

Hari ini, 18 Agustus 2019 masih dalam rangka memeriahkan hari kemerderkaan Republik Indonesia Unit Khusus …

Tinggalkan Balasan