Home > Tekno > Pendapat Anies Baswedan Soal “Pokemon Go”
Ratusan pemain Pokemon Go memenuhi Pintu II Gelora Bung Karno, Minggu (17/7/2016). Permainan Pokemon Go yang mulai tenar mempertemukan orang-orang hingga membentuk komunitas dan jadi ajang usaha souvenir.
Ratusan pemain Pokemon Go memenuhi Pintu II Gelora Bung Karno, Minggu (17/7/2016). Permainan Pokemon Go yang mulai tenar mempertemukan orang-orang hingga membentuk komunitas dan jadi ajang usaha souvenir.

Pendapat Anies Baswedan Soal “Pokemon Go”

Jakarta, Aktivisi – Siapa tak tahu Pokemon Go, pokemon adalah salah satu game (permainan) Nitendo yang dikembangkan oleh Satoshi Tajiri pada tahun 1995, game ini sedang populer dan dibicarakan banyak kalangan terutama para pemuda. Hebohnya permainan “Pokemon Go” ikut mengundang perhatian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.

Meski Anies tidak ikut dalam keriaan permainan itu, namun anak sulungnya yang baru masuk SMA, Mikail Azizi, keranjingan permainan virtual itu.

Anies menilai permainan ini dapat menjadi kesempatan belajar jika digunakan secara bijak.
“Permainan itu bisa diarahkan misanya mencarinya di Taman Mini, museum, galeri, di tempat-tempat yang jadi kesempatan belajar. Jadi justru ini bisa diarahkan mencari ke tempat positif,” kata Anies di Jakarta, Minggu (17/7/2016).

Seperti yang dilansir kompas.com, Minggu (17/7/2016), Anies mengaku pihaknya bekerja sama dengan pengelola Pokemon Go untuk meramaikan pokemon di Museum Nasional yang berada di bawah Kemendikbud. Ia menyayangkan jika Pokemon Go malah membuat anak mencari Pokemon di tempat seperti kuburan atau jalan raya.

“Kalau Pokemonnya di tengah kuburan, di tengah jalan, jadi di mana letak proses pembelajarannya? Jadi sebenarnya secara prinsip sebagai permainan menarik tapi yang harus dipikirkan adalah meletakkan Pokemon,” katanya.

Anies memuji karakter permainan ini yang membuat pemainnya harus bergerak dan berjalan alih-alih pasif. Namun, ia mengingatkan agar saat berjalan mencari pokemon, tetap berhati-hati untuk menghindari kecelakaan.

“Di sisi lain pergerakannya bisa tidak terkontrol dan ini bisa seperti jaman kita dulu kita ngejar layang-layang sering lupa ada motor, ada kendaraan, terus nabrak. Nah itu harus dicegah,” demikian Anies Baswedan.

About Disisi Saidi Fatah

Alumni SMAN 1 Blambangan Umpu. Ketua Alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) PC GP Ansor Way Kanan 2015. Hobi Membaca, Menulis, dan Mendengarkan Music. Pria kelahiran 27 September yang memiliki motto "Kejujuran adalah hal yang harus diutamakan dalam mengenban amanah".

Mungkin Anda Suka

alasan-twitter-ingin-tambah-jadi-10000-karakter

Alasan Twitter Ingin Tambah Jadi 10.000 Karakter

AKTIVISI — Setelah Twitter mengumumkan rencana untuk menambah jumlah karakter dalam posting-nya menjadi 10.000, banyak reaksi pengguna …

Tinggalkan Balasan