Home > Opini

Opini

Kepala Kampung Pilihan untuk Newujudkan Kampung Idaman

Pemilihan Kepala Kampung dan Demokrasi Ala Akar Rumput Oleh : Agung Rahadi Hidayat (PAC ANSOR Way Tuba) Pemilihan Kepala Kampung serentak di Kabupaten Way Kanan akan dilaksanakan pada 28 November 2016 mendatang. Pemilihan kepala kampung diselenggarakan oleh 118 kampung di 14 kecamatan. Implementasi demokrasi ala akar rumput sebentar lagi juga …

Selengkapnya »

Media Sosial Revolusi Teknologi Informasi

illustrasi.

Oleh : Disisi Saidi Fatah Media sosial seperti yang kita ketahui merupakan sebuah media online, dan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Media sosial (social media) adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling …

Selengkapnya »

Merawat Kebhinekaan dengan Rp100 Ribu

imagecontent-php

Oleh Gatot Arifianto Para pendiri bangsa telah mewariskan benih empat pilar kebangsaan terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan telah disemai puluhan tahun lalu. Persoalan hari ini, adalah bagaimana generasi bangsa Indonesia merawatnya sejalan dengan kehendak pendiri bangsa. Generasi bangsa yang diharapkan …

Selengkapnya »

Perkara yang Membatalkan dalam Sholat

Muslim man prays in mosque

SHOLAT yang setiap hari kita lakukan sedikitnya lima kali sehari ternyata memiliki aturan yang sangat ketat dalam pelaksanaannya. Tanpa kita sadari mungkin sering kita melanggar aturan-aturan dalam sholat. Lantas bagaimana sholat kita bisa diterima jika aturan sholatnya saja tidak kita tepati? Bagaimana kita menjamin bahwa sholat kita sah jika perkara …

Selengkapnya »

Kisah Banser Riyanto Meninggal Demi Kemanusiaan

imagecontent-php

Oleh Sularno Menot  Saat itu malam Natal, tepatnya tanggal 24 Desember tahun 2000 silam. Bersama empat sahabat lainnya, Riyanto mendapatkan tugas menjaga Gereja Eben Haezar Mojokerto. Riyanto bukanlah anggota polisi atau tentara, tapi ia adalah anggota Banser satuan koordinasi cabang Kabupaten Mojokerto. Sejak maraknya teror bom di negeri ini, Pimpinan …

Selengkapnya »

NU, Dasar Negara, dan Azas Pancasila (3)

nahdlatul-ulama

Indonesia sebagai Daerah Islam/Wilayah Islam (1936) Oleh: Nur Kholik Ridwan (Anggota PP RMI NU dan alumnus PP. Darunnajah Banyuwangi) Sebelum Indonesia berdiri, NU telah memberikan status negara dan wilayah Nusantara dari sudut pandang agama Islam. Ini dilakukan jauh sebelum ada perdebatan-perdebatan di BPUPKI dan PPKI pada tahun 1945. Yang menarik, …

Selengkapnya »

NU, Dasar Negara, dan Azas Pancasila (2)

nahdlatul-ulama

NU-Negara Nasional dan Formulasi KH. Achmad Siddiq Oleh: Nur Kholik Ridwan (Anggota PP RMI NU dan alumnus PP. Darunnajah Banyuwangi ) Menurut para founding fathers NU, Islam yang diperjuangkan fiddin waddunya wal akhirah dinamakan Islam Ahlussunnah Waljamaah, yang mengakui empat madzhab fiqh yang berkembang (Maliki, Hanafi, Syafii dan Hanbali), bertasawuf …

Selengkapnya »

NU, Dasar Negara, dan Azas Pancasila (1)

nahdlatul-ulama

Oleh: Nur Kholik Ridwan (Anggota PP RMI NU dan alumnus PP. Darunnajah Banyuwangi) Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, dalam Muqaddimah Qanun Asasi mengemukakan: “Mereka mengajak kepada Kitab Alloh, padahal sedikit pun mereka tidak bertolak dari sana. Mereka tidak berhenti sampai di situ, malahan mereka mendirikan perkumpulan (organisasi ) bagi kegiatan mereka …

Selengkapnya »

Liarnya Lidah Ahok dan Pintu Masuk

syafii-maarif

Oleh: Prof. Dr Ahmad Syafii Maarif Sekalipun saya berseberangan dengan pendapat MUI tentang masalah penghinaan terhadap Alquran oleh Ahok, dalam satu hal kita mungkin bisa sefaham: lidah Ahok itu liar. Sekiranya dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 itu, Gubernur DKI itu lebih memusatkan …

Selengkapnya »

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa

imagecontent-php

Oleh : Andi Pamungkas Rahayu   Gus, maaf saya lancang menulis surat untuk Anda, saya tahu anda pasti geli membaca surat saya ini, tapi biarlah. Gus, saya tulis surat ini karena sudah gerah dengan hiruk pikuk orang-orang saat ini. Gus, hari-hari ini rakyatmu sedang gundah gulana. Saking galaunya, semua hampir …

Selengkapnya »