Home > Edukasi > Antara Ahlus Sunnah dan Ahlul Fitnah wal Jama’ah
antara-ahlus-sunnah-dan-ahlul-fitnah-wal-jamaah

Antara Ahlus Sunnah dan Ahlul Fitnah wal Jama’ah

AKTIVISI- Diskusi yang sangat hangat setiap hari dengan para ilmuwan dan budayawan di Group Penggerak Budaya memang menjadi sebuah pencerahan. Tiap hari kita ngobrol dan diskusi seputar ahlus sunnah wal jama’ah dan isu sosial budaya nasional dan internasional.

Sore ini menarik juga yang sedang dibincang adalah soal gambar wanita menjadi imam “sembahyang” dengan latar makmum laki-laki dan wanita tanpa hijab/mukena. Ada juga posting yang menyebutkan bahwa ahli bidah hasanah lebih buruk dari ahli maksiyat.

Renyah sekali diskusinya. Dan patut digarisbawahi bahwa medsos kali ini sudah mulai tidak sehat. Kaum ahlus sunnah sudah digoda oleh fatsun lain yang bernama ahlul fitnah wal jama’ah.

Dalam  bahasa yang halus mereka adalah para pemeluk agama yang mengaku paling suci dan ahli surga. Selain kelompok ahlul fitnah disebut kafir. Tak bedanya dengan golongan khawarij yang hobinya takfiri dan gampang menyebut ahli neraka pada yang beda.

Gerakan takfiri marak akhir-akhir ini di Indonesia akibat transformasi ide agama Islam Timur Tengah yang masuk tanpa filter. Kalau dulu kita melawan eropanisasi, hari ini kita disuguhkan dengan arabisasi.

Anehnya arabisasinya melawan gerakan Islam mainstrem khas Nusantara yang sudah kadung mapan dan mengakar hingga pelosok desa. Kalau mungkin itu terjadi sebelum Gus Dur jadi Presiden, Indonesia akan marak mengikuti madzhab ahlul fitnah.

Sekarang sudah beda zamannya. Santri pondok pesantren sudah jago dalam menulis, membuat buku dan memiliki ribuan jejaring sosial dan media online. Pantas saja, setiap ada gerakan ahlul fitnah langsung segera teratasi.

Gerakan ahlul fitnah dalam memainkan isu di media sosial sama bahayanya dengan terorisme. Kalau bom dibuat untuk konser politik ahlul fitnah. Sedangkan isu media dimainkan dalam membentuk opini publik.

Ahlus sunnah tidak akan melawan dengan cara yang sama. Sebab nasehat para ulama adalah berpikiran lain, yaitu memperkuat dengan cara model dakwah dan kaderisasi.

Hari ini anak muda ahlus sunnah punya cara lain  yaitu mendakwahkan gelora Islam rahmatan lil amalin dengan mengimbangi dan menjawab semua isu yang dipelencengkan oleh ahlul fitnah. Selamat bergerak.

Oleh : M Rikza Chamami (Dosen UIN Walisongo)
Foto : Ilustrasi

About Tsaqif

Tsaqif
Aktivisi merupakan media yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai peristiwa di Indonesia, baik dalam bentuk berita, artikel, foto, maupun video. Dengan tagline aktual, akurat dan cerdas, Aktivisi yang berasal dari kata "aktivis" dan "visi" mengusung mimpi menjadi media profesional yang tunduk dan mengabdi untuk publik sesuai kode etik jurnalistik.

Mungkin Anda Suka

Rega Andry Irawan (Kiri) relawan PMI Way Kanan bersama Uus M Husni (Kanan) Relawan PMI Kota Bandung. Foto.Aktivisi/Humas PMI Way Kanan

Solo Touring Bandung-Banda Aceh, Kang Uus M Husni Tiba Di Way Kanan

Way Kanan, Aktivisi – Uus M Husni (50) Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, …

Tinggalkan Balasan